Skip to main content

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

http://www.sejujurnya.com/2016/11/pertamina-solusi-bahan-bakar-berkualitas-dan-ramah-lingkungan.html

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan kebijakan satu-harga bahan bakar yang tidak mungkin untuk menjadi efektif kecuali pemerintah mulai mengambil pembangunan di daerah terpencil serius. Energi dan sumber daya Mineral Departemen baru saja dikeluarkan Peraturan Menteri yang akan memungkinkan orang-orang di Papua dan Papua Barat untuk membeli bensin Premium untuk Rp 6,450 per liter, diesel untuk Rp 5,150 per liter dan minyak tanah untuk Rp 2.500 per liter mulai pada bulan Januari tahun depan.

Peraturan ini merupakan tindak lanjut komitmen Presiden Joko "Jokowi" Widodo agar harga BBM yang sama di semua wilayah di seluruh negeri, pemotongan harga dari Rp 50.000-Rp 100,000 per liter di Papua dan Papua Barat. Peraturan ini juga menetapkan bahwa hilir minyak dan Gas Badan Pengawas (BPH Migas) akan bertugas dengan memesan BUMN minyak dan gas Pertamina perusahaan untuk memasok bahan bakar ke lokasi baru, dipilih oleh Kementerian. Selain itu, badan dapat menerapkan sanksi jika perusahaan melanggar peraturan.

Kebijakan akan memaksa Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan untuk mengalokasikan Rp. 800 miliar pada subsidi setiap tahun. Namun, Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan tetap optimis tentang tantangan yang baru. Wianda Pusponegoro juru bicara mengatakan perusahaan berencana untuk menambah 22 agen distribusi bahan bakar di Maluku, Maluku Utara dan Papua. Pertamina berencana untuk mengalokasikan Rp 54 miliar untuk proyek-proyek.

"Dana bisa berasal dari investor dalam agen distribusi bahan bakar," katanya kepada The Jakarta Post pada hari Senin. Pada Mei, Pertamina memiliki 481 pompa bensin dan 397 agen distribusi di seluruh negeri, termasuk 19 agen distribusi di Papua dan 13 di Papua Barat. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan melihat penurunan tahunan 17 persen pendapatan US$ 26,62 miliar. Namun, renegosiasi kontrak yang ada dan tindakan-tindakan pemotongan biaya operasional membuat keuntungan bersih perusahaan melambung 210 persen menjadi $2,83 miliar.

ReforMiner Institute peneliti Pri Agung Rakhmanto mengatakan kebijakan baru tidak perlu karena pemerintah telah memutuskan pada harga non-subsidi bahan bakar setiap tiga bulan. Masalahnya, katanya, terutama berkaitan dengan kurangnya pompa bensin di wilayah, menyebabkan sejumlah besar penjual bensin ilegal yang sering dua kali lipat atau tiga kali lipat harga jual.

Meskipun mungkin ada penurunan kecil dalam harga, Pri Agung meragukan bahwa harga jual akan mencapai harga di Jawa dan Bali kecuali pemerintah menetapkan kebijakan yang akan mengarah pada pembangunan infrastruktur yang serius, terutama dalam pembangunan SPBU. "Presiden Jokowi harus memesan pembangunan SPBU lain di daerah tersebut. Jika dia pergi ke Pertamina, mereka mungkin akan banyak bisnis yang berpikiran,"katanya.

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan sebelumnya mengeluh bahwa karena agen distribusi ini hanya diisi sejumlah kecil bahan bakar dengan margin keuntungan kecil, investor yang sering enggan untuk menempatkan uang mereka dalam agen distribusi. Untuk melawannya, Peraturan Menteri baru menetapkan bahwa margin keuntungan yang berbeda disiapkan tergantung pada daerah. Peraturan tersebut juga menyatakan bahwa Pertamina harus memberikan biaya margin yang lebih tinggi untuk distributor di daerah tersebut.

Saat ini, profit margin pada penjualan bensin premium di SPBU Pertamina berdiri di hanya Rp 270 per liter. Meskipun Pertamina adalah satu-satunya perusahaan yang saat ini mendistribusikan subsidi bahan bakar, energi dan sumber daya Mineral Menteri Ignasius Jonan kata peraturan yang sama akan berlaku untuk perusahaan lain yang mungkin ingin mulai mendistribusikan bensin premium, diesel dan minyak tanah di daerah terpencil. "Mereka yang menerima janji untuk mendistribusikan bahan bakar subsidi harus mendistribusikan mereka dengan harga yang sama. Namun, ini tidak berlaku untuk jenis lain dari bahan bakar,"katanya. Sumber: http://www.sejujurnya.com/2016/11/pertamina-solusi-bahan-bakar-berkualitas-dan-ramah-lingkungan.html

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Singkat Sunan Kalijaga

Dialah “wali” yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban -keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, Arya Wilatikta diperkirakan telah menganut Islam
Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya.
Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam (‘kungkum’) di sungai (kali) atau “jaga kali”. Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab “qadli dzaqa” yang menunjuk statusnya sebagai “penghulu suci” kesultanan.
Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 1…

Sejarah Perang Paderi 1821-1837

Secara garis besar Perang Paderi meletus di Minangkabau antara sejak tahun 1821 hingga 1837. Kaum Paderi dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah Hindia Belanda.
Gerakan Paderi menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di masyarakat Minang, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam.
Perang ini dipicu oleh perpecahan antara kaum Paderi pimpinan Datuk Bandaro dan Kaum Adat pimpinan Datuk Sati. Pihak Belanda kemudian membantu kaum adat menindas kaum Padri. Datuk Bandaro kemudian diganti Tuanku Imam Bonjol.
Perang melawan Belanda baru berhenti tahun 1838 setelah seluruh bumi Minang ditawan oleh Belanda dan setahun sebelumnya, 1837, Imam Bonjol ditangkap.
Meskipun secara resmi Perang Paderi berakhir pada tahun kejatuhan benteng Bonjol, tetapi benteng terakhir Paderi, Dalu-Dalu, di bawah pimpinan…

Biografi Ahmad Yani

Jenderal TNI Anumerta AChmad Yani (Purworejo, 19 Juni 1922]]-Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Pendidikan formal diawalinya di HIS (setingkat Sekolah Dasar) Bogor, yang diselesaikannya pada tahun 1935. Kemudian ia melanjutkan sekolahnya ke MULO (setingkat Sekolah Menegah Pertama) kelas B Afd. Bogor. Dari sana ia tamat pada tahun 1938, selanjutnya ia masuk ke AMS (setingkat Sekolah Menengah Umum) bagian B Afd. Jakarta. Sekolah ini dijalaninya hanya sampai kelas dua, sehubungan dengan adanya milisi yang diumumkan oleh Pemerintah Hindia Belanda.


Achmad Yani kemudian mengikuti pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang dan secara lebih intensif di Bogor. Dari sana ia mengawali karir militernya dengan pangkat Sersan. Kemudian setelah tahun 1942 yakni setelah pendudukan Jepang di Indonesia, ia juga mengikuti pendidikan Heiho di Magelang dan selanjutnya masuk tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor.

Berbagai pre…